WonG WaRaS

August 31st, 2005

CERITA DARI TANAH BATAK

Posted by wongwaras in Uncategorized

Pada jaman dulu kala, hiduplah seorang pendekar wanita, Butet namanya. Sebelum lulus dari Pandapotan silat, ia harus menempuh ujian Nasution. Agar bisa berkonsentrasi, dia memutuskan untuk menyepi ke gunung dan berlatih.

Saat di perjalanan, Butet merasa lapar sehingga memutuskan untuk mampir di Pasaribu setempat. Beberapa pemuda tanggung yang lagi nonton sabung ayam sambil Toruan, langsung Hutasoit-soit melihat Butet yang seksi dan gayanya yang Hotma itu. Tapi Butet tidak peduli, dia jalan Sitorus memasuki rumah makan tanpa menanggapi, meskipun sebagai perempuan yang ramah tapi ia tak gampang Hutagaol dengan sembarang orang.

Naibaho ikan gurame yang dibakar Sitanggang dengan Batubara membuatnya semakin berselera. Apalagi diberi sambal terasi dan Nababan yang hijau segar. Setelah mengisi perut, Butet melanjutkan perjalanan. Ternyata jalan ke sana berbukit-bukit. Kadang Nainggolan, kadang Manurung. Di tepi jalan dilihatnya banyak Pohan. Kebanyakan Pohan Tanjung. Beberapa di antaranya ada yang Simatupang diterjang badai semalam.

Begitu sampai di atas gunung, Butet berujar "Wow, Siregar sekali hawanya" katanya, berbeda dengan kampungnya yang Panggabean. Hembusan Perangin-angin pun sepoi-sepoi menyejukkan, sambil diiringi Riama musik dari mulutnya. Sejauh Simarmata memandang warna hijau semuanya. Tidak ada tanah yang Girsang, semuanya Singarimbun.

Tampak di seberang, lautan dan ikan Lumban-lumban. Terbawa suasana,mulanya Butet ingin berenang. Tetapi yang ditemukannya hanyalah bekas kolam Siringo-ringo yang akan di-Hutauruk dengan Tambunan tanah. Akhirnya, dia memutuskan untuk berjalan-jalan di pinggir hutan saja, yang suasananya asri, meskipun nggak ada Tiurma melambai kayak di pantai. Sedang asik-asiknya menikmati keindahan alam, tiba-tiba dia dikejutkan oleh seekor ular yang sangat besar. "Sinaga!" teriaknya ketakutan sambil lari Sitanggang-langgang. Celakanya, dia malah terpeleset dari Tobing sehingga bibirnya Sihombing. Karuan Butet menangis Marpaung-paung lantaran kesakitan. Tetapi dia lantas ingat, bahwa sebagai pendekar pantang untuk menangis. Dia harus Togar. Maka, dengan menguat-nguatkan diri, dia pergi ke tabib setempat untuk melakukan pengobatan.

Tabib tergopoh-gopoh Simangunsong di pintu untuk menolongnya. Tabib bilang, bibirnya harus di-Panjaitan. "Hm, biayanya Pangaribuan" kata sang tabib setelah memeriksa sejenak. "Itu terlalu mahal. Bagaimana kalau Napitupulu saja?" tawar si Butet. "Napitupulu terlalu murah. Pandapotan saya kan kecil". "Jangan begitulah. Masa’ tidak Siahaan melihat bibir saya Sihombing begini?" Apa saya mesti Sihotang, bayar belakangan? Nggak mau kan ? "Baiklah, tapi pakai jarum yang Sitompul saja" sahut  sang mantri agak kesal. "Cepatlah! Aku sudah hampir Munthe. Saragih sedikit tidak apa-apalah".

Malamnya, ketika sedang asik-asiknya berlatih sambil makan kue Lubis kegemarannya, sayup-sayup dia mendengar lolongan Rajagukguk. Dia Bonar-bonar ketakutan. Apalagi ketika mendengar suara di semak-semak dan tiba-tiba berbunyi "Poltak!" keras  sekali. "Ada Situmorang?" tanya Butet sambil memegang tongkat seperti stik Gultom erat-erat untuk menghadapi Sagala kemungkinan. Terdengar suara pelan, "Situmeang". "Sialan, cuma kucing…" desahnya lega.Padahal dia sudah sempat berpikir yang Silaen-laen.

Selesai berlatih, Butet-pun istirahat. Terkenang dia akan kisah orang tentang Hutabarat di bawah Tobing pada jaman dulu dimana ada Simamora, gajah Purba yang berbulu lebat.

Keesokan harinya, Butet kembali ke Pandapotan silatnya. Di depan ruang ujian dia  membaca tulisan: "Harahap tenang! Ada ujian. "Wah telat, emang udah jam Silaban sih". Maka Siboru-boru dia masuk ke ruangan sambil  menyanyi-nyanyi. Di-Tigor-lah dia sama gurunya "Butet, kau jangan  ribut!, bikin kacau konsentrasi temanmu! Butet, dengan  tanpa Malau-malau langsung Sijabat tangan gurunnya, "Nggak Pakpahan  guru, sekali-sekali?!".

Akhirnya, luluslah Butet dan menjadi orang yang disegani karena mengikuti wejangan guru Pandapotan silatnya untuk selalu, "Simanjuntak  gentar, Sinambela yang benar!

August 22nd, 2005

Pemilu di saHIVa

Posted by wongwaras in Uncategorized

Sabtu 20 agustus kemaren ada pembetukan korel baru di sahiva yang udah beberapa bulan vakum karena relawan pada liburan. Setelah berakhirnya masa jaya Askar Malindo sebagai koordinator relawan, sekarang Askar digantikan oleh 90-QL setelah melalui tahap yang sangat rumit "sebenernya sih gak rumit, tapi dibilang rumit biar kelihatan serius gitu.."

Setelah memilih koordinator relawan, pemilihan bendaharawan atau bendaharawati sangat lah penting juga untuk para relawan di saHIVa…selain memilih orang yang dipercayakan memegang duit… sang bendahara juga wajib belajar tentang pembukuan ama staf sahiva. Dan akhirnya…eng ing eng….!! terpilih lah Dedi Wahyudi sebagai bendaharawan saHIVa.

Pemilihan bendaharawan lebih sulit dari pada pemilihan korel, kenapa sulit..? ya karena gak ada satu pun relawan yang mencalonkan diri menjadi bendaharawan keculi dewa, ya udah deh apa mau dikata, setelah semua relawan gak ada yang mengajukan diri menjadi bendaharawan akhirnya dengan terpaksa juga para relawan memilih Dedi Wahyudi  "DEWA –> nama kerennya di sahiva" menjadi bendaharawan saHIVa…

Congratulation untuk korel ama bendaharawan yang terpilih….

August 8th, 2005

Norak-Norak Bergembira

Posted by wongwaras in Uncategorized

"Woiiiii bisa nih nonton pertandingan gratis, kan ada bokapnya iboy…!!" Wah gitu dengar  yang namanya dapat tiket gratis..langsung deh hari sabtu kemaren aku "perempuan sendiri", dewa, boy,pudel, uya, bang deny, ama dua orang temen dewa yang gak aku kenak langsung cabut dari saHIVa tuk nonton pertandingan bola antara PSMS VS PERSIB. Gitu nyampe` stadiun ternyata PSMS dah nyetak satu angka…wah ketinggalan nih…tapi gak apa kok..kan pertandingan masih ada satu setengah jam lagi…Tapi emang nasib gratisan..kami itu dapet tempat duduk yang gak pake tribun gitu…wah panas banget…karena terlalu panas, satu persatu orang pada teriak "Woiii matiin lampunya dong*matahari maksudnya* hemat energi dong…..!!" dan "hidup PSMS….!!" –> sambil kepasan. Tapi setelah satu setengah jam pertandingan…gak ada satupun yang aku dengar bilang "hidup PERSIB….!!" bingung banget…apa takut kalo sampe` di jitak para pendukung PSMS..? Itu lah yang dialami si dewa..takut banget kalo dukung Persib “maklum lah dewakan anak

Bandung, jadi dukung Bandung dong..!!" Tuh anak hanya

bilang “HIDUP PSMS……!! Kaedah” *kaedah=kebalikan*  huahahaha…aku ama temen-temen hanya bisa tertawa lihat dewa yang cemberut karena Persib kalah dari PSMS 5-0.

Gitu pertandingan usai aku ama temen-temen keluar stadiun dan langsung menuju ramayana tuk jadi bodyguard aku belanja he…..he…maklum deh kemaren itu aku cewek sendiri jadi temen-temen cowok aku pada temenin aku kecuali bang deny ama uya` yang udah kelaparan dan gak sabaran tuk pulang kerumah. Gitu selesai nemenin aku belanja dewa ama boy nongkrong  di rumah aku ampe` jam 11 malem tuk ngerampas semua makanan di rumah, dasar para jomblo gak ada kerjaan.

August 7th, 2005

Sabtu di saHIVa

Posted by wongwaras in Uncategorized

Sblm_doa_beraksi_dulu_smile_2Siang bolong aku dah dapet telp dari lesbongan aku, dia bilang supaya aku cepetan gi ke sahiva sebelum cowok tu anak datang. Ya udah deh jam 2 siang teng, aku dah nyetorin muka ke sahiva. Gitu nyampe` warung, wah pas banget..relawan pada makan siang, langsung deh 2 bungkus nasi milik dewa dan isra` di embat 3 orang, dan akhirnya perutku yang tadinya keroncongan terisi juga, walaupun dewa dan isra` ngambek karena gak kenyang…wah peduli amat yang penting aku kenyang ho..ho..ho…

Habis makan kami ngobrolin apa aja yang bisa di obrolin, mulai dari yang serius "bagian yang mana yah…? perasaan gak ada deh..!!", porno, rencana 17-an, ampe ngegosipin relawan lain yang gak hadir "dita, adit, mustiqa "terutama", terus sapa lagi yah..? ah au` ah…..oh ya sembari ngobrol kami tuh nunggu jeng dita yang katanya minta batuan tuk pindahan..

Karena dah jam 3 sore jeng dita lon ada telp, satu persatu relawan "uya, aku, dewa, boy, pudel, terus 2 orang temen kosan dewa yang gak aku kenal" dah pada mau cabut coz dah pada punya rencana masing-masing. Isra gi ama sang pacar, uya dan bang den mau gi nonton bola, dan aku..bingung mau gi kemana…? Ya udah deh karena bingung gak ada tujuan, akhirnya kami rencanain ikutan nonton bola "itupun karena kami dapet tiket gratis dari bapaknya si boy" ya udah deh jam setengah 4 sore kami berangkat berbondong-bondong menuju stadiun teladan tuk lihat PSMS VS PERSIB…

August 1st, 2005

Where is My Voice…?

Posted by wongwaras in Uncategorized

Now I can`t speak I lose my voice….penggalan lagu GREEN DAY inilah yang sering aku nyanyiin saat ini, suara aku hilang lenyap ditelan bumi gak tau kenapa. Kata mbak aku sih “mungkin kamu kena flu BODAT dek” ya wajar aja dia ngomong gitu, soalnya aku kemarin kalo ngomong kayak monyet beneran, pake bahasa isyarat yang orang banyak gak tau artinya keculi orang yang memperagakan. Tapi itu kejadian hari minggu kemaren. Satu harian aku gak bisa ngomong, karena hilangnya suara aku, dan minggu siangnya ditambah lagi batuk yang ngeganggu banget…huh…suck…!!!

Kebanyang gak, disaat kamu gak bisa ngomong, kamu harus naik angkot dan bingung gimana bilangnya ama supir angkot kalo kamu mau turun disaat suara kamu lagi gak ada, sedangkan lagu dangdut yang diputar pak supir gak kalah ama sound artis kalo lagi konser? Itulah kejadian yang aku alami kemaren. Selama di dalam angkot, kepikiran terus ama yang dibilang bapak aku “wah nie cewek cantik-cantik kok bisu ya?” wah…wataw……..!!! Tapi syukur alhamdullilah allah "tuh kan jeleknya, saat susah aja baru ingat ama allah” masih bantu aku, gak tau kenapa di setiap tempat yang aku tuju, pak supir selalu bilang “ada yang mau turun….?” Dan aku menjawab hanya cukup dengan anggukan. Wah….jantungku yang tadinya berdegub kencang dah mulai normal karena dapet angkot dengan supir yang pengertian “kebetulan banget kan"

Sekarang terfikir banget kalo ada orang yang bener-bener bisu mengalami peristiwa tragis yang aku alami kemaren. Wah kasihan banget dan dengan ikhlas banget aku akan ngebantu. Gitu deh manusia, karena sudah pernah mengalami hal yang semacam itu baru terfikir untuk membantu sesama. Huh….

  • Monthly

  • Friends

  • Meta: