Our Soundtrack
“mas. Ntar kalau kita disuruh nyanyi, kita nyanyi lagu apa yah..?”
“ha…? nyanyi..? untuk apa..?”
“yah untuk hari H nanti. Dikeluarga besar mely itu setiap pengantin wajib nyanyi”
“ha…? masa…? emang harus gitu..? gak mau ah!”
“yah harus lah. Pengantin nyanyi itu wajib hukumnya.”
“harus mel..?”
“iya.”
“duh.. mely aja lah yang nyanyi. suara ancur gini lagi. Ntar pada bubar kalau denger mas nyanyi”
“ah! gak lah.. gak mau mel. Mas nyanyi juga, kalau bubar yah gak apa mas. itung-itung cepat kelar”
“jadi nanti kita nyanyi lagu apa..? nidji gimana mas..?”
“nyanyinya pake lap iler gitu mel..?”
“boleh juga!”
“mending kangend band dah dari pada nidji!”
“ah kangend band! gak mau mel! ya udah.. lagu roma irama aja dah!”
“emang mely mau..?”
“enggak :D Hm.. kita nyanyi cinta terakhir aja mas. Gimana..? iya yah.. cinta terakhir yah”
“emang yang main ngerti tuh lagu?”
“yah dikasi CDnya lah biar ngerti”
Dan akhirnya.. setelah pembicaraan panjang mengenai lagu yang akan dinyanyikan dihari H nantinya. Lagu cinta terakhir (GIGI) menjadi bahan pertimbangan untuk dibawakan. Dan begitu latihan duet gak jelas via telp kemaren, hasilnya gak begitu buruk lah. Paling yah… cuma membuat para undangan cepat-cepat menghabiskan sisa makan dipiring karena sakitnya kuping mendengarkan suara sengau tak jelas dari kami berdua.
tak semestinya ku merasa sepi
kau dan aku ditempat berbeda
seribu satu alasan
melemahkan tubuh ini
aku di sini mengingat dirimu
kumenangis tanpa air mata
bagai bintang tak bersinar
redup hati ini
reff: dan ku mengerti sekarang
ternyata kita menyatu
di dalam kasih yang suci
kuakui kamu lah cintaku
aku di sini mengingat dirimu
kumenangis tanpa air mata
bagai bintang tak bersinar
redup hati ini
repeat reff
