Back!
Holla…
Duh akhirnya ada nafsu juga untuk posting kembali setelah 5 bulan memulai babak hidup yang baru *tsahhhhh…..
Alhamdullilah sekarang sudah resmi menjadi istri seorang pak Tyo. Dan alhamdullilahnya lagi Allah mempercayakan kami berdua mahluk titipanNya.
Hamil
Belum lagi sebulan menikah, tepatnya tanggal 26 maret 2009 aku dinyatakan positif oleh tespek hihihihihi. Sebenernya dari awal menikah udah yakin kalau setelah berhubungan suami istri bakal langsung jadi. Secara waktu menikah pas lagi masa-masa suburnya.
Selama menunggu jatuh tempo datangnya tamu, aku selalu was-was. Yeah… was-was kalau-kalau langsung hamil. Karena kondisi fisik yang belum vit dan timbangan badan waktu itu masih timbangan karung beras hiks hiks hiks… (Thank you honey sudah mau sama si timbangan karung beras ini).
Sehari setelah diagnosa tespek positif, besoknya aku dan mas pergi ke dokter SPOG. Dan gitu masuk ruangan, dokternya melihat kami berdua seperti om-om dan pacar gadisnya hiks hiks…
Abis itu dokterĀ langsung introgasi umur dan HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir) aku. Dan begitu aku mengatakan umur, dengan kacamatanya yang melorot dokterpun langsung melirik lagi ke aku. Hiks hiks.. Emang umur 23 enggak boleh menikah dan hamil yah dok? :p
Setelah introgasi rekam medik selesai, aku pun langsung di USG. Dan begitu di UGS belum kelihatan apapun kecuali hanya rahim yang mulai mengembang. Dan dokter menyarankan untuk kembali lagi setelah 2 minggu.
Kepanikan pun Terjadi
Selama dua minggu menunggu kepastian, akupun meminta mas untuk membeli tespek lagi, dan setelah dihitung-hitung. Aku sudah menghabiskan 5 tespek hanya untuk itu saja huahahahahaha….
Pertengahan bulan april, aku dan mas pun kembali ke dokter yang sama. Dan setelah di USG sudah terlihat kantung ketuban dengan janin yang masih seperti kecebong hehehehe…
Begitu melihat kantung ketuban dan janin yang ada dalam monitor, rasa penasaranku akan hamil pun berubah menjadi bahagia. Dan begitu juga dengan si mas. Tetapi kebahagiaan ternyata hanya sesaat, ketika dokter yang tiba-tiba mendiagnosa umur janin yang sudah menginjak 1 1/2 bulan. Eng ing eng….
Yeah… bukan hanya mas, aku pun terkejut mendengar diagnosa sang dokter. Dan aku pun langsung nyeletuk
“masa sih dok?”
“iya, sudah 1 1/2 bulan, lihat nie…”
“ha? masa sih? menikahnya aja belum satu setengah bulan!”
suasanapun menjadi tambah panik, sedangkan suami hanya diam saja. Hiyaaaaaaaaa…….
Dan untung saja susternya langsung menanyakan HPHT ku.
“HPHTnya tanggal berapa?”
“26 Feb”
“Menikahnya?”
“9 maret”
“Ya sudah… pas itu”
“ha? masa?”
Dan akhirnya kita berdua pulang dari rumah sakit dengan tampang bloon karena masih belum ngerti dengan hitung-hitungan HPHT.
Dua minggu berlangsung aku masih memikirkan tentang HPHT. Dan beratus pertanyaan pun muncul, mulai dari “duh.. HPHT, ngitungnya gimana sih?” “duh.. anak siapakan ini?” “duh…” “duh..” “duh…”
Dan karena masih mentok dengan masalah umur si janin, akhirnya akupun menelp temen yang notabene adalah seorang dokter. Yeah.. dokter gaul aka dokter tukang kentut.
“bleb, mau tanya hitungan hpht. itu ngitungnya gimana?”
“mely tanggal dapet pertama x tanggal berapa?”
“mely dapat tanggal 26, selesai tanggal 3, lamaran tanggal 5, menikah tanggal 9. Terus dokternya mendiagnosa aku udah hamil 1 setengah bulan bleb. Padahal kan nikahnya belum selama itu”
“huahahahahahahahaha…. ya udah lah itu.. pas lah itu.. emang gitu”
“ha? jadi bener?”
“iya…”
“ha? jadi aku hamil sama si mas lah yah”
“huahahahahahahahahahaha”
Yeah.. akhirnya kepanikan pun selesai.
Love
mely